Visi dan Misi
Mempererat hubungan persaudaraan umat Islam khususnya di lingkungan STIE Dharmaputra; Menumbuh kembangkan serta saling memotivasi minat dan bakat yang ada dalam pribadi siswa; Mempertahankan nilai-nilai kaidah Islam dengan mengimplentasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Jumat, Mei 18, 2012

Membendung PeMurtadan atau Kristenisasi

Bogor (VoA-Islam)Para kristolog sepakat, untuk membendung Kristenisasi, harus dengan memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Tidak cukup memobilisasi dengan pengerahan massa, seperti tabligh akbar.
Ormas Islam, lembaga anti pemurtadan, termasuk lembaga zakat maupun lembaga pelayanan medis, seperti Mer-C, Dompet Dhuafa dan sejenisnya, seharusnya bersinergis. Inilah gerakan yang secara tidak langsung telah mengantisipasi gerakan pemurtadan, melalui pemberdayaan ekonomi, sosial, pendidikan, termasuk pelayanan kesehatan.
Diakui, menangani gerakan anti pemurtadan sangat sulit. Kalau hanya ceramah, duduk di masjid selesai. Tentu patut diapresiasi, apa yang sudah dilakukan organisasi dakwah anti pemurtadan yang menangani pendangkalan akidah, yakni  dengan memberi wawasan kepada masyarakat tentang kajian tauhid, bagaimana cara berdebat dengan Islamolog dari kalangan Nasrani. Buku-buku dan VCD tentang bahaya Kristenisasi yang diterbitkan harus dihargai sebagai bentuk kontribusi yang positif.  Karena dakwah dalam bentuk kajian ini tak kalah penting.
Saran bagus dikemukakan Bukhori, seorang mantan penginjil, “Lakukanlah langkah operasional seperti orang Katolik, yakni, door to door. Itu cara yang paling efektif. 
Kenapa pastor-pastor bisa melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, sedangkan  ustad-ustad jarang, bahkan hampir tidak pernah. Juga, kenapa para imam setelah shalat, tidak berdiri di pintu masjid, untuk menyalami jamaahnya yang pulang. Kenapa pendeta bisa?”
Terbukti, Bukhori berhasil mem”bonsai” gereja Katolik di Gunung Sindur menjadi tidak berkembang. “Jamaahnya import, dari Cibinong, dijemput dengan mobil agar terkesan gereja itu banyak jamaahnya. Dengan memberi solusi, Alhamdulillah, masyarakat muslim di sini gagal dipengaruhi, sekalipun dengan iming-iming tertentu,” imbuhnya.
Lebih jauh, Bukhori berbagi cerita saat masih menjadi Katolik, kalau ada jamaah yang sedang termenung, pastor itu menghampiri, lalu ditanya, anda darimana, siapa namanya, ada masalah? Jika ada orang asing, yang bukan jamaahnya, seorang pastor pasti akan mendekati. “Sistem yang dipake Katolik itu sebenarnya menggunakan sistem Islam, door to door tadi. Memang seperti itulah dakwah yang paling efektif. Kepekaan harus dimiliki oleh seorang pendakwah. Makanya kudu dibudidayakan,” tandasnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Web ini didukung oleh
Suported By :